Showing posts with label sepakbola. Show all posts
Showing posts with label sepakbola. Show all posts

Monday, May 18, 2009

Manchester United 2008-2009 Premier League Champion

gambar di ambil dari official website Barclay Premier League












Glory...glory United!!! Gemuruh sorak sorai penonton di stadion Old Trafford menyambut keberhasilan Manchester United meraih gelar juara liga Inggris musim 2008/2009. Setelah bermain imbang 0-0 dengan the Gunners Arsenal (16/05), poin ManUtd tidak mampu terkejar lagi oleh Liverpool rival terdekat mereka musim ini.

Dengan gelar ini prestasi ManUtd telah menyamai Liverpool dalam jumlah koleksi juara liga Inggris dengan 18 gelar. Jika musim depan mereka masih mampu juara lagi, otomatis United merupakan tim dengan koleksi gelar juara liga Inggris terbanyak.

Sekarang tinggal menanti satu gelar di depan mata yaitu juara liga champion eropa. ManUtd akan bentrok dalam "Clash of Titans" melawan tim Spanyol Barcelona pada final liga champion di Roma 27/05 nanti. Harapan besar para fans ManUtd pada tim kesayangannya untuk mengulang sukses musim lalu dengan menjuarai kembali liga champion musim ini.

Thursday, February 26, 2009

16 Besar Liga Champion Eropa Inter Milan vs Manutd

Bertanding di Giuseppe Meazza kandang Inter, pertandingan pertama babak 16 besar liga champion antara Internazionale Milan melawan Manchester United berakhir seri 0-0. Pertandingannya sendiri berjalan menarik, Manutd mendominasi serangan di babak pertama, namun di babak kedua Inter ganti mengambil inisiatif serangan. Hanya karena performa bagus dari Julio Cesar yang jatuh bangun mementahkan berbagai peluang Manutd gawang Inter tetap perawan. Manutd sendiri cukup beruntung karena performa Adriano dan Ibrahimovic belum padu, gawang Edwin Van Der Sar tidak jebol.

Di pertandingan kedua nanti peluang Manutd lebih besar karena bermain di kandang stadion Old Trafford. Namun Inter tidak akan menyerah sebelum bertempur, semangat berlipat plus strategi jitu Maurinho bisa saja membalikan keadaan. Diluar hal tersebut saya sendiri hanya bisa berharap yang terbaik bisa memenangkan pertandingan. Kenapa? Karena keduanya adalah klub favorit saya sejak dulu.

Jujur, saya lebih suka keduanya bertemu di babak final daripada di babak 16 besar seperti sekarang. Dilema banget jika harus mendukung salah satu klub tersebut (gak mungkin malah). Satu sisi saya ingin Manutd menambah gelar juara liga champion menjadi dua tahun berturut-turut, tapi satu sisi saya juga ingin Inter memperoleh lagi gelar liga championnya setelah sekian lama tidak mampir di Giuseppe Meaza.

Sekali lagi saya cuma bisa bilang "May the best team will win...."

Wednesday, December 24, 2008

Timnas Indonesia Tirulah Vietnam

gambar diambil dari http://affsuzukicup.com/
Luar biasa itulah kalimat yang pantas diberikan untuk timnas sepakbola Vietnam melihat dari penampilan mereka sepanjang turnamen AFF Suzuki Cup 2008. Memulai pertandingan pertama babak penyisihan dengan sedikit mengkhawatirkan-kalah 2-0 dari Thailand. Lalu bangkit mengalahkan Malaysia dengan skor ketat 3-2. Dan memastikan lolos ke semifinal dengan mengalahkan Laos dengan skor 4-0.

Di semifinal mereka bertemu dengan juara grup B Singapura dengan pasukan multinasionalnya. Namun Vietnam tidak gentar sedikit pun, walau di leg pertama hanya memperoleh hasil seri 0-0 di Pnom Penh tapi pada leg kedua di kandang lawan mereka justru mampu menaklukan Singapura dengan skor 1-0. Pada pertandingan tersebut Vietnam menunjukan selain strategi jitu pelatih Callisto, mereka juga memiliki mental baja. Tangguh dan tenang dalam bertahan, ngotot dan pantang menyerah serta cepat dan tepat dalam melakukan serangan balik menjadi kunci kemenangan Vietnam.


Dan di pertandingan final leg pertama yang baru saja berakhir (24/12) dengan mengagumkan mereka mampu menumbangkan Thailand di kandangnya sendiri-stadion Rajamangala yang terkenal angker dengan skor 2-1 lewat gol-gol dari Nguyen Vu Phong dimenit 39 dan Le Cong Vinh dimenit 42. Di final leg kedua yang akan berlangsung 3 hari lagi (28/12) di Hanoi mereka hanya butuh hasil imbang untuk meraih gelar juara AFF pertamanya.


Satu hal yang sangat menonjol dari Vietnam menurut pengamatan saya selama berlangsungnya turnamen adalah mental mereka sangat tangguh. Tidak ada istilah "Kalah Sebelum Berperang" siapa pun lawan yang mereka hadapi. Permainan yang mereka tampilkan penuh determinasi, ulet mengejar bola kemanapun bergulir, tenang dan fokus dalam bertahan serta sabar dan penuh variasi dalam menyerang. Keunggulan mental inilah yang dapat mengatasi postur kokoh pemain multinasional hasil naturalisasi dengan permainan ala Eropa-nya Singapura serta kelebihan teknis individu yang dimiliki para pemain Thailand.


Sungguh merupakan contoh yang patut ditiru untuk tim nasional kita yang terkenal bermasalah dengan mental bermainnya. Lupakan dulu masalah teknis dan strategi permainan, benahi dulu mental bermain timnas. Karena jika mental bermain sudah dibenahi otomatis akan mempengaruhi cara bermain timnas menjadi lebih baik. Maju terus timnas Indonesia!

Sunday, December 21, 2008

Manchester United Juara Piala Dunia Antar Klub

gambar diambil dari http://www.iht.com/
Manchester United menambah lagi koleksi gelar juaranya tahun ini. Setelah menjadi juara liga Inggris musim 2007-2008 dan juara liga Champions Eropa musim 2007-2008. The Red Devils melengkapinya dengan menjadi juara dunia antar klub sore tadi (21/12).

United menang atas wakil Amerika Selatan LDU Quito dengan skor 1-0. Gol satu-satunya dicetak oleh Wayne Rooney dimenit ke 73 setelah menerima assist dari Cristiano Ronaldo. Rooney sendiri berhak atas penghargaan Best Player untuk golnya yang menentukan kemenangan Man Utd.

Harus bermain dengan 10 pemain setelah bek Nemanja Vidic mendapat kartu merah atas pelanggarannya terhadap pemain LDU Quito dimenit ke 48. Man Utd tetap dapat mempertahankan dominasi permainan dan terus menekan pertahanan Quito. Hal ini berkat strategi jitu pelatih Sir Alex Ferguson plus bekal pengalaman segudang para pemain Man Utd.

LDU Quito yang disemifinal bermain bagus saat mengalahkan Pachuca Mexico, pada pertandingan ini tidak dapat berbuat banyak untuk membahayakan gawang Man Utd. Hanya dua kali kiper Edwin van Der Sar melakukan penyelamatan selebihnya relatif tidak ada ancaman berarti dari LDU Quito. Glory United!!!

Saturday, December 20, 2008

Salah Strategi Timnas Gagal ke Final


gambar diambil dari www.affsuzukicup.com

Gagal sudah peluang timnas Indonesia untuk lolos ke final AFF Suzuki Cup 2008. Sempat unggul 1-0 terlebih dahulu dimenit 9 oleh gol bunuh diri bek Thailand. Namun Thailand berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 di menit 72 sebelum akhirnya menambah gol dimenit 88 menjadikan skor 2-1 untuk kemenangan Thailand (agregat keseluruhan 3-1).


Timnas sebenarnya bermain cukup baik diawal babak pertama dengan berinisiatif menekan pertahanan Thailand. Formasi 3-5-2 dengan dua gelandang bertahan Ponaryo Astaman dan Samsul Bahri dan dua wing back Ismed di kanan dan Isnan Ali di kiri berhasil menguasai lini tengah yang menjadi pusat permainan.


Hasilnya gelombang serangan timnas menghasilkan gol yang berawal dari tendangan sudut yang dilakukan Ismed Sofyan. Skor 1-0 membuat agregat menjadi 1-1 membuat peluang timnas untuk lolos terbuka jika dapat memenangkan pertandingan atau minimal memaksakan hasil seri untuk dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu dan mungkin adu pinalti.


Namun kesalahan strategi dilakukan timnas, para pemain membiarkan Thailand mengembangkan permainan. Penguasaan lini tengah yang dilakukan diawal babak pertama tidak dilakukan lagi. Jika sebelumnya pemain Thailand mendapat pressing di daerah pertahanan sendiri, kali ini pressing dilakukan di daerah permainan timnas.


Maka Thailand dengan leluasa membangun serangan dan membombardir gawang Markus Horison. Berkali-kali kiper plontos ini berjibaku jatuh bangun memotong bola crossing maupun tembakan pemain Thailand. Hanya tinggal menunggu waktu saja bagi Thailand untuk mencetak gol ke gawang timnas.


Di pertengahan babak kedua timnas sebenarnya mendapatkan satu-satunya peluang emas. Budi Sudarsono melakukan dribbling memanfaatkan kesalahan bek Thailand. Sayang karena terlalu lama mengambil keputusan bek Thailand dapat mengamankan bola. Seandainya Budi melakukan shooting atau mengumpan bola pada Musafri yang sudah menunggu di posisi lowong mungkin akan lain ceritanya.


Di menit ke 80 Bendol memasukan Arif Suyono dan Irsyad Aras untuk mengisi posisi sayap kiri-kanan dan sebelumnya memasukan Bambang Pamungkas menggantikan Musafri. Formasi timnas berubah menjadi 4-4-1-1 dengan Firman Utina sebagai penyerang lubang. Namun karena tidak dapat menguasai lini tengah timnas hanya menjadi bulan-bulanan Thailand hingga pertandingan berakhir.

Wednesday, December 17, 2008

Kalah Sebelum Bertanding

gambar diambil dari www.affsuzukicup.com
Itulah yang nampak dari permainan timnas Indonesia saat melawan Thailand dipertandingan pertama semifinal AFF Suzuki Cup 2008 kemarin (16/12). Bermain di kandang sendiri stadion Gelora Bung Karno timnas kalah dengan skor 1-0. Gol Thailand diciptakan oleh Teerasil Dangda pada menit ke 5 melalui sundulan kepala. Kiper timnas Markus Horison hanya bisa memandang bola masuk ke gawang, karena yang bersangkutan sudah salah posisi.


Timnas bermain seperti bukan tim tuan rumah. Sejak peluit kick off berbunyi justru Thailand yang berinisiatif menekan. Dan hasilnya kelemahan timnas seperti saat melawan Singapura yaitu kurang fokus diawal pertandingan kembali terulang dengan terjadinya gol Dangda dimenit ke 5. Timnas sendiri baru memegang kendali permainan saat memasuki menit ke 20.


Dipertandingan ini pelatih Benny Dollo melakukan gambling dengan memasang Irsyad Aras dan Nova Arianto sebagai starter, masing-masing di posisi sayap kanan dan bek tengah. Akibatnya serangan dari sayap kanan mudah diantisipasi oleh bek Thailand, karena posisi asli Irsyad adalah gelandang bertahan. Sedangkan Nova Arianto posisinya sering terlalu maju sehingga membahayakan pertahanan timnas. Tak lama setelah terciptanya gol Thailand Bendol mengganti Nova dengan M. Robi yang bermain lebih disiplin.


Serangan timnas hanya sporadis tanpa variasi sehingga mudah dimentahkan pertahanan Thailand. Firman Utina, Budi Sudarsono dan Bambang Pamungkas praktis tidak mampu berbuat banyak terutama di babak pertama. Bambang sendiri bermain sangat buruk dipertandingan ini, tidak ada peluang berarti yang mampu ia ciptakan. Di babak kedua Bendol memasukan T.A Musafri menggantikan Bambang Pamungkas, serangan timnas mulai nampak lebih hidup.


Budi Sudarsono beberapa kali melakukan penetrasi ke kotak pinalti namun umpannya tidak akurat sehingga sia-sia usahanya. Menjelang akhir pertandingan Bendol memasukkan Arif Suyono menggantikan Irsyad Aras. Serangan dari sayap kanan mulai berbahaya, pergerakan dan penetrasi Arif mampu menggoyahkan pertahanan timnas. Namun hal tersebut percuma karena tak lama peluit akhir berbunyi mengakhiri jalannya pertandingan.


Mental bermain dan lemahnya fokus pemain di awal pertandingan lagi-lagi menjadi sumber kekalahan timnas. Padahal dukungan gemuruh 50.000 suporter yang memenuhi stadion GBK sepanjang pertandingan seharusnya bisa melipatgandakan mental dan semangat pemain timnas. Namun nama besar Thailand rupanya sudah lebih dahulu menciutkan mental para pemain. Dan 4 hari lagi partai berat sudah menunggu yaitu semifinal kedua yang akan dilangsungkan di Bangkok (20/12). Hanya mukjizat yang bisa membuat timnas menang dan lolos ke final.

Tuesday, December 9, 2008

Lengah Pangkal Kalah

gambar diambil dari affsuzukicup.com
Timnas Indonesia akhirnya gagal memenangkan pertandingan terakhir penyisihan grup A AFF Suzuki Cup 2008 setelah dikalahkan timnas Singapura dengan skor telak 2-0 (9/12). Kekalahan ini juga membuat Indonesia gagal menjadi juara grup dan kemungkinan akan bertemu tim unggulan Thailand di babak semifinal jika tim Gajah Putih memenangi partai terakhir melawan timnas Malaysia besok (10/12).


Kedua gol Singapura dicetak masing-masing oleh Baihakki dimenit ke 3 dan Shi Ziyai dimenit ke 50. Kedua gol yang tercipta terjadi akibat tidak fokusnya para pemain timnas diawal jalannya pertandingan. Gol pertama berawal dari tendangan bebas ke depan gawang Markus Horison, Baihakki yang lepas dari kawalan M. Robi dengan mudah menceploskan bola dengan kepala. Gol kedua berawal dari pelanggaran yang dilakukan M. Robi sedikit di luar kotak penalti timnas. Shi Ziyai yang mempunyai kelebihan dalam melakukan tendangan bebas tanpa ampun menempatkan bola ke tiang jauh yang tidak terjangkau oleh Markus Horison.


Dukungan penuh supporter dan keuntungan bermain di kandang belum cukup bagi timnas untuk memenangkan pertandingan. Strategi jitu pelatih Singapura Radjoko Avramovic plus disiplin tinggi para pemainnya membuat dominasi permainan timnas lewat posession ball dan tembakan ke gawang menjadi tidak berarti. Masuknya Erol Iba ('57) Aliyudin ('61) dan Samsul Chaerudin ('69) tidak banyak merubah permainan timnas.


Menjelang akhir pertandingan wasit membuat keputusan kontroversial dengan tidak memberikan penalti saat bek Singapura Precious melakukan handsball di kotak penalti. Sampai peluit akhir berbunyi timnas tidak dapat mencetak gol dan harus menerima kekalahan dari Singapura.

Monday, December 8, 2008

Hatrick Budi Antar Indonesia ke Semifinal

gambar diambil dari http://www.affsuzukicup.com/

Timnas Indonesia memastikan satu tiket semifinal AFF Suzuki Cup dalam genggaman tangan setelah Minggu (7/12) mengalahkan timnas Kamboja dengan skor 4-0. Kemenangan timnas Indonesia disertai dengan penampilan gemilang striker Budi Sudarsono yang mencetak 3 gol (hatrick) ke gawang Kamboja pada menit '16, '55 dan '70. Adapun satu gol tambahan dicetak oleh striker Bambang Pamungkas dimenit '76.


Didukung sekitar 30.000 suporter yang memenuhi stadion Gelora Bung Karno, di babak pertama kedua tim langsung bermain terbuka. Ini diluar dugaan karena timnas Kamboja diprediksi akan bermain defensif ternyata berani bermain terbuka. Bahkan setelah gol pertama tercipta timnas kesulitan untuk membobol gawang Kamboja karena ketatnya tekanan yang dilakukan para gelandang dan bek Kamboja. Hal tersebut membuat timnas sering membuat kesalahan seperti salah passing, salah pengertian dan mudah kehilangan bola.


Di babak kedua setelah Budi mencetak gol keduanya barulah timnas Indonesia menemukan kembali bentuk permainannya. Apalagi setelah masuknya Syamsul Chaerudin menggantikan Ponaryo Astaman. Determinasi tinggi dan agresifitas Syamsul membuat lini tengah makin hidup. Firman Utina sebagai gelandang serang sekaligus playmaker pun makin merajalela di daerah pertahanan Kamboja. Hasilnya gol ketiga dan keempat timnas tercipta dari assist pemain asal klub Pelita Jaya Jawa Barat tersebut.


Permainan secara keseluruhan di dominasi timnas Indonesia, praktis tidak ancaman berarti untuk Markus Horison. Timnas sendiri seharusnya dapat menang lebih dari 4-0 sayang banyak peluang emas yang gagal menjadi gol. Ada kejadian menarik terjadi di pertengahan babak kedua, saat kiper Kamboja Samreth Seiha minta diganti oleh kiper cadangan. Yang besangkutan mengalami kelelahan fisik luar biasa setelah harus jatuh bangun berkali-kali melakukan penyelamatan dari bombardement yang dilakukan timnas Indonesia.



Dipertandingan terakhir penyisihan grup (9/12) timnas Indonesia akan menghadapi 3 kali juara AFF Cup yaitu timnas Singapura. Timnas harus memenangkan pertandingan ini untuk menjadi juara grup sekaligus memperoleh nilai sempurna 9. Untuk itu diperlukan perjuangan, kerja keras, strategi jitu dan yang terpenting mental baja seluruh pemain timnas. Mari kita doakan dan dukung terus timnas Indonesia untuk meraih prestasi terbaik.

Saturday, December 6, 2008

Pembalasan Yang Sempurna

gambar diambil dari www.affsuzukicup.com
Setelah dua kali berturut-turut kalah dari Myanmar di turnamen Grand Royal Challenge bulan lalu, akhirnya timnas Indonesia mampu membalaskan dendamnya dengan mengalahkan timnas Myanmar dengan skor telak 3-0 di babak penyisihan turnamen AFF Suzuki Cup malam tadi (05/12) di stadion Gelora Bung Karno.

Ketiga gol timnas Indonesia dilesakkan oleh Budi Sudarsono ("25), Firman Utina ("29) dan Bambang Pamungkas ("64). Gol pertama tercipta setelah Budi Sudarsono mengecoh dua bek Myanmar dan dengan tenang menceploskan bola melewati kiper Aung Aung Oo. Firman Utina mencetak gol spektakuler, dalam kotak penalti Myanmar dengan posisi membelakangi gawang ybs membalikkan badan sambil melakukan shooting keras yang tidak dapat dijangkau kiper Aung Aung Oo. Sedangkan gol Bambang Pamungkas berawal dari serangan balik. Bambang melakukan pergerakan dari sayap kiri lalu melakukan shooting yang tidak terlalu keras namun terarah ke tiang jauh dan lagi-lagi membuat kiper Aung Aung Oo tidak berdaya.

Permainan secara keseluruhan di dominasi oleh timnas Indonesia. Baik dari possesion ball, efektifitas serangan, shooting on the goal sampai peluang yang tercipta, timnas jauh lebih baik dari Myanmar. Walaupun memang terlihat ada beberapa kekurangan dan kesalahan yang dilakukan timnas, namun hal ini tidak berpengaruh secara signifikan terhadap permainan. Dukungan gegap gempita 40.000 suporter yang memenuhi stadion Gelora Bung Karno mampu membakar semangat para pemain timnas dan menjadi teror tersendiri bagi para pemain Myanmar. Betul-betul pembalasan yang sempurna!!!

Sunday, November 30, 2008

Inter 2-1 Napoli

Baru saja pertandingan serie A antara Inter Milan versus Napoli berakhir (30/11) dengan skor akhir 2-1 untuk kemenangan Inter Milan. Dua gol Inter dicetak masing-masing oleh Ivan Cordoba ('16) dan Sulley Muntari ('24). Gol Muntari sendiri tercipta melalui proses yang sangat baik, diawali tembakan Maicon dari sisi kanan yang dibelokan arahnya oleh Muntari hingga mengecoh kiper Napoli.

Napoli sendiri bukannya tanpa perlawanan, beberapa kali serangannya membahayakan gawang Inter yang dijaga Julio Cesar. Dan perlawanan Napoli memberikan hasil saat Lavezzi memperkecil kedudukan menjadi 2-1 di menit 36. Secara keseluruhan Inter Milan bermain cukup baik, sayang di babak kedua tidak mampu lagi menambah gol. Man of the match adalah Maicon, walaupun tidak mencetak gol namun yang bersangkutan berperan penting atas terjadinya dua gol Nerazzuri.


Di pertandingan ini performa Ibrahimovic tampak kurang signifikan, penjagaan ketat bek Napoli membuatnya tidak mampu menampilkan permainan terbaiknya. Bagaimana pun kemenangan ini sendiri lebih penting karena tiga poin yang diperoleh membuat posisi Inter makin mantap sebagai Capolista dengan selisih poin 6 dari AC Milan maupun Juventus yang berada di posisi 2 dan 3 klasemen dengan poin sama 27. Forza Inter..!!!

Friday, November 21, 2008

Anti Klimaks Timnas Kalah di Final

Usai sudah turnamen Grand Royal Challenge ke tiga di Myanmar sore tadi (21/11). Partai final antara timnas Indonesia melawan timnas Myanmar berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan tuan rumah. Dua gol timnas Myanmar dicetak oleh Soe Myat Min masing-masing dimenit ke 6 dan menit 63. Gol timnas dicetak melalui gol bunuh diri pemain belakang Myanmar Moe Win dimenit ke 15.

Permainan timnas dapat dibilang merupakan anti klimaks dibandingkan saat menghadapi Ulsan Hyundai dibabak semifinal. Di awal babak pertama timnas bermain kurang fokus, terlihat dari gol yang tercipta dimenit ke 6 oleh Soe Myat Min. Berawal dari tendangan bebas, Usep Munandar tidak maksimal melakukan sundulan. Akibatnya Soe Myat Min dengan bebas menyundul bola ke gawang timnas. Kiper Markus Horison mati langkah karena yang bersangkutan memperkirakan bola dapat diantisipasi oleh Usep Munandar.

Setelah kebobolan barulah timnas Indonesia keluar menyerang, permainan timnas membaik. Kerjasama satu dua dan umpan-umpan pendek diperagakan. Serangan dilakukan baik dari tengah maupun dari sisi sayap. Gol timnas Indonesia tercipta berawal dari umpan Musafri kepada Bambang Pamungkas, Bambang sendiri sebenarnya gagal melakukan penyelesaian. Namun bek timnas Myanmar Moe Win yang kaget salah mengantisipasi bola mengakibatkan bola masuk ke gawangnya sendiri.

Di paruh babak pertama sampai gol kedua Myanmar tercipta timnas Indonesia bermain anti klimaks. Entah tekanan dari penonton tuan rumah yang memenuhi stadion atau permainan spartan timnas Myanmar yang pantang menyerah dan penuh motivasi. Para pemain timnas sering membuat kesalahan sendiri seperti salah pasing, mudah kehilangan bola dan sering melakukan umpan panjang ke depan yang tidak efektif kepada kedua striker Bambang Pamungkas dan Musafri.

Gol kedua timnas Myanmar tercipta lagi-lagi karena pemain belakang timnas salah antisipasi bola tendangan bebas. Bola yang melambung tidak dapat disundul dengan baik oleh Isnan Ali padahal secara postur lebih unggul dari Soe Myat Min. Menjelang akhir babak kedua Benny Dollo memasukan M. Roby menggantikan Usep Munandar dan Aliyudin menggantikan Musafri tapi tidak berpengaruh banyak pada permainan timnas. Sedikit peluang tercipta sampai wasit mengakhiri pertandingan.

Secara keseluruhan Myanmar tampil lebih baik. Walaupun secara teknis tidak istimewa tapi semangat pantang menyerah dan kolektivitas yang luar biasa mampu menutupi kekurangan mereka. Lagi-lagi kurangnya semangat dan motivasi dari para pemain membuat timnas gagal meraih gelar di depan mata. Pekerjaan rumah bagi Benny Dollo untuk membenahi mental pemain sebelum turnamen AFF bulan Desember nanti. Dukung terus timnas Indonesia!

Wednesday, November 19, 2008

Mental Markus

Kali ini acungan jempol patut diberikan pada timnas sepakbola Indonesia yang berhasil lolos ke final Grand Royal Turnament Myanmar setelah mengalahkan klub Ulsan Hyundai asal Korea Selatan di babak semi final tadi sore. Walaupun timnas menang lewat adu pinalti dengan skor 4-3, namun secara keseluruhan permainan timnas lebih baik ketimbang saat menghadapi timnas Myanmar. Kali ini pelatih Benny Dollo menerapkan strategi yang cukup tepat, menurunkan tim terbaik dan tidak bereksperimen lagi.

Timnas bermain sabar, tenang dan fokus saat kehilangan bola, dan saat mendapatkan bola para pemain timnas cepat melakukan serangan balik yang sering merepotkan pertahanan Ulsan Hyundai. Di babak pertama timnas memperoleh beberapa peluang emas, diantaranya oleh M. Ilham yang sudah berhadapan dengan kiper Ulsan. Sayang tendangannya melenceng ke samping gawang. Di babak kedua permainan relatif lebih banyak di daerah tengah atau sektor gelandang. Di sektor ini pemain timnas tidak banyak memberikan ruang bagi para gelandang Ulsan Hyundai untuk mengembangkan permainan. Hal ini mengakibatkan pemain Ulsan Hyundai sering frustasi karena serangan mereka banyak dimentahkan gelandang dan bek timnas.

Di pertengahan babak kedua ini gawang timnas Indonesia nyaris kebobolan, saat Ulsan Hyundai mendapat hadiah pinalti saat salah seorang pemainnya dilanggar oleh Charis Yulianto. Markus Horison dengan pintar melakukan gangguan untuk memecah konsentrasi algojo pinalti dan berhasil dengan baik. Tendangan sang algojo melenceng ke samping gawang. Dewi Fortuna nampaknya berpihak pada timnas Indonesia. Setelah hanya memperoleh sedikit peluang karena hanya sesekali melakukan serangan balik termasuk saat tendangan bebas Ismed Sofyan (lagi-lagi) membentur mistar gawang lawan, babak kedua pun berakhir dengan skor 0-0.

Di babak perpanjangan waktu permainan tidak banyak berubah, timnas melakukan beberapa pergantian pemain. Aliyudin diganti oleh Musafri, M. Ilham diganti oleh Erol Iba dan Arif Suyono digantikan oleh Elly Aiboy. Sampai dua kali babak perpanjangan waktu habis skor masih tetap kacamata alias 0-0 hingga harus dilanjutkan dengan babak adu pinalti. Di sinilah keuntungan didapat timnas karena secara mental mereka lebih unggul dibandingkan pemain Ulsan Hyundai. Walaupun sempat tertinggal karena dua penendang timnas gagal memasukkan bola, namun penampilan kiper Markus Horison yang gemilang dengan mengagalkan dua penalti lawan menaikkan mental penendang berikutnya. Erol Iba, Charis Yulianto dan Firman Utina berhasil melesakkan bola ke gawang Ulsan Hyundai. Timnas pun lolos ke babak final untuk berhadapan kembali dengan timnas Myanmar. Man of the Match menurut saya adalah kiperMarkus Horison yang secara keseluruhan bermain gemilang, skor 7,5 buat dia. Maju terus timnas Indonesia!

Tuesday, November 18, 2008

Rise of CR-7

Manchester United 5 Stoke City 0 (Ronaldo 3, Carrick 45, Berbatov 49, Welbeck 84, Ronaldo 89)

Jika saya bilang ini adalah kebangkitan Man Utd mungkin masih dini, tapi kalau kebangkitan dari CR7 alias Cristiano Ronaldo bisa jadi. Mencetak dua dari lima gol United ke gawang Stoke City, total sudah sembilan gol dia cetak musim ini. Memang masih jauh dibanding jumlah total gol dia musim lalu, namun hal tersebut merupakan trend positif ke arah sana.
Dan berapa pun gol yang dibuat CR7, tetap saja kemenangan bagi Man Utd lebih penting. Karena menang terus berarti tambahan poin yang diperlukan untuk mengejar Chelsea dan Liverpool yang melesat di puncak klasemen sementara dengan selisih delapan poin. Intinya adalah sangat baik CR7 banyak mencetak gol untuk Man Utd, tapi tetap saja kemenangan jauh lebih baik. Karena bagaimana pun sebuah pertandingan berjalan, tetap hasil akhir yang akan menentukan. Glory...Glory...United!!!

Saturday, November 15, 2008

Timnas mengecewakan


“Bendol oh bendol....”, mungkin kata-kata itu yang paling pantas diucapkan setelah melihat pertandingan antara timnas Indonesia melawan timnas Myanmar yang baru saja berakhir sore tadi. Kalah dengan skor 2-1, bermain buruk, plus kartu merah untuk M. Roby menambah penderitaan timnas. Gw enggak ngerti dengan strategi pelatih Benny Dolo. Melawan tim sekelas Myanmar Benny Dolo seperti meremehkan kemampuan para pemain Myanmar. Formasi tim jauh berbeda dengan saat timnas melawan Bangladesh, pemain dengan jam terbang intenasional minim seperti Wijay, Musafri dan Usep Munandar menjadi starter. Koordinasi permainan sangat buruk, salah pengertian dan salah passing sering terjadi. Wajar jika Usep Munandar beberapa kali membuat kesalahan fatal. Benny Dolo juga bereksperimen dengan merubah posisi beberapa pemain. Arif Suyono menjadi gelandang serang dan Fandy Muhtar menjadi gelandang sayap.

Serangan timnas gampang dimentahkan pemain belakang Myanmar, ini dikarenakan koordinasi antar pemain yang buruk. Lini vital yaitu sektor gelandang tidak dapat mensupport kedua striker timnas Bambang P dan Musafri, hingga keduanya relative harus bekerja keras menciptakan peluang. Tidak ada peluang berarti bagi timnas, babak pertama pun berakhir 0-0. Gol timnas baru tercipta di babak kedua oleh tendangan jarak jauh Ismed Sofyan, dan bukan hasil kerjasama tim. Masuknya M. Roby menggantikan Usep Munandar tidak menyelesaikan masalah, justru ybs membuat pelanggaran fatal yang mengakibatkan wasit mengeluarkannya dari lapangan. Gol pertama Myanmar lahir akibat lengahnya pertahanan timnas, terbukti tidak ada tekanan pada striker Myanmar saat ybs mencetak gol. Sedangkan gol kedua Myanmar tercipta akibat bek timnas terlambat kembali ke posisinya karena asik membantu penyerangan.

Sebaiknya Benny Dolo lebih berhati-hati dalam bereksperimen, walaupun posisi tim aman/sudah pasti lolos ke semifinal. Gw rasa kemenangan atau pun hasil seri lebih baik bagi mental para pemain. Terlalu meremehkan lawan juga merupakan kesalahan yang seharusnya tidak dilakukan pelatih sekaliber Benny Dolo. Viva timnas Indonesia!!!

Thursday, November 13, 2008

Sepakbola Bal-balan Football Soccer


Baru saja pertandingan Grand Royale Turnamen antara timnas Indonesia versus Bangladesh berakhir sore tadi. Pertandingan berakhir dengan skor akhir 2-0 untuk kemenangan timnas kita. Kedua gol masing-masing di cetak oleh Firman Utina dan Musafri. Melihat pertandingan tersebut ada beberapa hal yang dapat gw simpulkan. Pertama sudah seharusnya timnas menang karena mereka satu kelas di atas lawannya, bahkan seharusnya bisa lebih dari dua gol. Sayang beberapa peluang emas tidak menjadi gol. Seperti tendangan bebas dari Ismed Sofyan dua kali membentur mistar gawang Bangladesh. Lalu peluang dari Musafri, dua kali berhadapan langsung dengan kiper tapi penyelesaiannya tidak sempurna. Lalu di menit-menit akhir Elly Aiboy hampir mencetak gol tapi lagi-lagi finishingnya tidak sempurna.

Kedua dari segi permainan timnas sebenarnya mendominasi permainan, ball possession, pergerakan tanpa bola sudah bagus. Pertahanan cukup solid, terlihat Markus Horison sebagai kiper relatif tidak menerima gangguan berarti sepanjang pertandingan. Sayang serangan yang dibangun kurang diforsir, dalam hal ini pemain seperti kurang optimal memanfaatkan kelebihan skill, speed dan kolektivitas dalam membuat serangan. Apakah ini strategi dari pelatih Benny Dollo atau memang para pemain yang tidak maksimal. Kemungkinan memang strategi pelatih untuk tidak terlalu memforsir serangan, untuk menjaga stamina para pemain. Karena pertandingan kedua melawan tuan rumah Myanmar sangat menentukan tim mana yang akan menjadi juara grup, maka diperkirakan pertandingan akan berlangsung ketat dan menguras stamina.

Ketiga pergantian pemain yang dilakukan Benny Dollo (Fandy Muhtar, Wijay dan Elly Aiboy), tidak di sertai perubahan strategi. Pemain yang masuk hanya sekedar melapis pemain yang digantikan (Isnan Ali, Ponaryo dan Musyafri). Maka dari segi permainan timnas tidak ada perubahan yang signifikan. Bagaimana pun secara keseluruhan timnas tampil cukup baik, gw kasih nilai tujuh lah. Untuk pemain, patut diberi acungan jempol untuk Ismed Sofyan. Walaupun tidak mencetak gol namun secara permainan pemain klub Persija ini sangat konsisten baik dalam menyerang maupun bertahan. Patut ditunggu pertandingan berikutnya pada hari Sabtu 15 November 2008 melawan timnas Myanmar. Maju terus timnas Indonesia!!!