Sunday, November 30, 2008

Inter 2-1 Napoli

Baru saja pertandingan serie A antara Inter Milan versus Napoli berakhir (30/11) dengan skor akhir 2-1 untuk kemenangan Inter Milan. Dua gol Inter dicetak masing-masing oleh Ivan Cordoba ('16) dan Sulley Muntari ('24). Gol Muntari sendiri tercipta melalui proses yang sangat baik, diawali tembakan Maicon dari sisi kanan yang dibelokan arahnya oleh Muntari hingga mengecoh kiper Napoli.

Napoli sendiri bukannya tanpa perlawanan, beberapa kali serangannya membahayakan gawang Inter yang dijaga Julio Cesar. Dan perlawanan Napoli memberikan hasil saat Lavezzi memperkecil kedudukan menjadi 2-1 di menit 36. Secara keseluruhan Inter Milan bermain cukup baik, sayang di babak kedua tidak mampu lagi menambah gol. Man of the match adalah Maicon, walaupun tidak mencetak gol namun yang bersangkutan berperan penting atas terjadinya dua gol Nerazzuri.


Di pertandingan ini performa Ibrahimovic tampak kurang signifikan, penjagaan ketat bek Napoli membuatnya tidak mampu menampilkan permainan terbaiknya. Bagaimana pun kemenangan ini sendiri lebih penting karena tiga poin yang diperoleh membuat posisi Inter makin mantap sebagai Capolista dengan selisih poin 6 dari AC Milan maupun Juventus yang berada di posisi 2 dan 3 klasemen dengan poin sama 27. Forza Inter..!!!

Kemanakah Gerangan Kalian...??

Dah dua minggu lebih umur blog ku ini dan masih sepi pengunjung (kacian yaa). Hanya Daemors yang setia mampir dan leave comment (U're the best bro...forza Inter : P). Kata orang tak kenal maka tak sayang, begitu juga dalam dunia perblog-an kita harus banyak-banyak bergaul. Bahasa kerennya mah blog walking atau lebih gampangnya mah silaturahmi, teorinya makin sering qta silaturahmi dengan blog tetangga maka tetangga pun akan dengan sendirinya mampir ke blog kita.

Berhubung sayah seringnya mampir di blog Daemors maka hanya dia yg mampir balik di blog sayah (pantes aja sepi yee). So belakangan ini sayah sedang banyak-banyak blog walking ke berbagai blog sekalian kenalan dengan yg punya ntu blog dengan harapan dapat menambah teman sebanyak-banyaknya. Sukur-sukur mau pada kunjungan balik ke blog sayah yang masih sederhana ini.

Jangan ragu dan malu ya (malu-maluin jg boleh) sering-sering lah mampir di sini and tinggalin comment, karena tiada kesan tanpa kehadiranmu....(apa coba). Apa lah artinya punya ruang tamu tapi gak ada tamu yg berkunjung. Apa lah artinya punya blog tapi gak ada yang view blog kita.

Wednesday, November 26, 2008

Lovely Bogor

Aahh.....akhirnya saya bisa masukin postingan lagi setelah empat hari off tidak menyentuh blog tercinta ini. Bukan lagi marah, bete or males untuk nge-blog tapi empat hari yang lalu saya harus pulang kampung ke Bogor. Biasa lah jadwal rutin dua mingguan...kunjungan kerja hehehe gaya banget ya. Mudah-mudahan Daemors tidak baca postingan ini, kalau sampai dia tahu saya ke Bogor tapi gak ngasih tahu pasti dia kesel (punten nya D).

Rencana saya dua hari di Bogor ternyata molor sampai empat hari, kenapa coba? Saya kena sindrom “Betah”. Iya lah secara Bogor itu kota kelahiran dan tempat saya tumbuh, dan yang pasti karena saat ini sedang musim hujan bikin hawa di sana “suejuk bin adeemm beneerr ..!!” yang membuat saya betah dan males untuk pulang ke Tangerang. Untung lah akhirnya saya sadar kehidupan saya saat ini ada di Tangerang jadi dengan sangat terpaksa hari rabu kemarin (25/11) saya pulang ke Tangerang hehehe.

Ngomongin kota Bogor banyak sekali perubahan terjadi di kota kelahiran saya ini. Pembangunan pesat telah mengubah sebagian wajah dari kota. Perubahan tidak hanya secara fisik tapi juga hal lain seperti budaya warganya. Secara fisik banyak bangunan baru bermunculan di Bogor terutama yang bersifat komersil yaitu pusat perbelanjaan/mall, factory outlet dan restoran/kafe. Sedangkan fasilitas infrastruktur baru yang berfungsi untuk kebutuhan masyarakat bisa dihitung jumlahnya.

Tahun 1993 saat masih SMP, setiap saya berangkat ke sekolah yang berlokasi di pusat kota, saya masih bisa melihat kabut tipis menyelimuti Bogor di pagi hari. Sedangkan hari ini boro-boro melihat kabut yang ada jam enam pagi di Bogor sinar matahari sudah terang benderang. Udara Bogor sudah tidak sejuk seperti dulu, hanya saat turun hujan Bogor baru terasa sejuk. Dulu juga saya jarang sekali melihat kemacetan di jalanan kota Bogor, tapi hari ini kemacetan sudah jadi santapan warga Bogor sehari-hari. Jumlah kendaraan tidak seimbang dengan ruas jalan yang tersedia. Kendaraan bertambah terus tapi tidak dengan ruas jalannya. Hal ini seiring pula dengan pertambahan jumlah penduduk kota Bogor yang sangat signifikan. Maaf ya bukan saya menyalahkan pendatang baru karena orangtua saya juga pendatang, tapi salah satu faktor pertambahan jumlah penduduk di Bogor adalah banyaknya pendatang baru.

Saya sih maklum, secara pandangan banyak pendatang bahwa kota Bogor adalah tempat yang nyaman untuk dijadikan tempat tinggal. Iyalah hawanya sejuk, banyak pohon rindang, airnya bersih dll, makanya banyak menarik minat orang untuk tinggal di Bogor. Maka maraklah pembangunan perumahan-perumahan baru di sekitar kota Bogor. Area yang dulunya sawah dan kebun sekarang menjadi perumahan. Contoh kongkrit ya di sekitar rumah saya, tahun 1980 perumahan tempat saya tinggal adalah satu-satunya di kawasan desa Curug Mekar. Namun periode 1990 s/d 2000 tiga perumahan baru muncul mengapit perumahan saya. Semuanya menghabiskan lahan sawah dan kebun yang dulu merupakan tempat saya bermain dan nyair(bhs Sunda- mencari ikan) bersama teman-teman.

Mayoritas pendatang baru berasal dari kota Jakarta, maka budaya penduduk kota Jakarta yang individualis dan hedonis menular juga di kota Bogor. Saat ini banyak ditemui antar warga di suatu perumahan atau kampung tidak kenal satu sama lain. Atau banyak orang bersifat masa bodoh jika melihat orang lain baik yang dikenal atau tidak terkena musibah. Padahal dulu saya merasakan kekerabatan antar warga Bogor sangat erat.

Sedangkan budaya Hedonis mendorong munculnya pusat perbelanjaan/mall, Factory Outlet dan kafe-kafe. Tahun 1990-an hanya ada dua pusat perbelanjaan yaitu Internusa Plaza (sekarang Pangrango Plaza) dan Dewi Sartika Plaza. Tapi lihatlah sekarang di jalan Pajajaran dari ujung satu sampai ke ujung yang lainnya bertebaran pusat perbelanjaan/mall, Factory Outlet dan kafe. Maka jadilah warga Bogor sekarang menjadi sangat konsumtif, belum afdol rasanya jika belum belanja atau sekedar jalan-jalan cuci mata di mall atau FO. Di akhir pekan sepanjang jalan tersebut kendaraan berjalan padat merayap, terkadang sampai macet malah.

Pembangunan infrastruktur sendiri tidak bisa dibandingkan dengan pembangunan tempat komersil. Pembangunan jalan baru hanya ada di Ring Road Yasmin, Bubulak, lainnya hanya pelebaran serta pembangunan under pass di jalan Soleh Iskandardinata. Beberapa ruas jalan sudah mulai rusak malah. Jalan raya Semplak terutama di depan mesjid At Taqwa rusak berat menghambat para pemakai jalan yang melintas disana. Kerusakan ini sudah berlangsung lama kurang lebih dua tahun. Sampai saat ini belum ditangani oleh pemerintah setempat.

Pembangunan memang selalu membawa dilema tersendiri, di satu sisi membawa manfaat ekonomis bagi sebagian orang namun disisi lain memberikan dampak negative bagi lingkungan maupun sosial masyarakat. Saya hanya bisa berdoa semoga sedikit banyak masih ada ciri kota Bogor yang dapat dipertahankan baik itu secara fisik maupun budayanya. Agar generasi penerus dapat mengetahui secara riil bukan hanya mendengar cerita atau dongeng tentang Bogor di masa lalu dari para orang tuanya. I Love Bogor, dulu, kini dan seterusnya.

Friday, November 21, 2008

Anti Klimaks Timnas Kalah di Final

Usai sudah turnamen Grand Royal Challenge ke tiga di Myanmar sore tadi (21/11). Partai final antara timnas Indonesia melawan timnas Myanmar berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan tuan rumah. Dua gol timnas Myanmar dicetak oleh Soe Myat Min masing-masing dimenit ke 6 dan menit 63. Gol timnas dicetak melalui gol bunuh diri pemain belakang Myanmar Moe Win dimenit ke 15.

Permainan timnas dapat dibilang merupakan anti klimaks dibandingkan saat menghadapi Ulsan Hyundai dibabak semifinal. Di awal babak pertama timnas bermain kurang fokus, terlihat dari gol yang tercipta dimenit ke 6 oleh Soe Myat Min. Berawal dari tendangan bebas, Usep Munandar tidak maksimal melakukan sundulan. Akibatnya Soe Myat Min dengan bebas menyundul bola ke gawang timnas. Kiper Markus Horison mati langkah karena yang bersangkutan memperkirakan bola dapat diantisipasi oleh Usep Munandar.

Setelah kebobolan barulah timnas Indonesia keluar menyerang, permainan timnas membaik. Kerjasama satu dua dan umpan-umpan pendek diperagakan. Serangan dilakukan baik dari tengah maupun dari sisi sayap. Gol timnas Indonesia tercipta berawal dari umpan Musafri kepada Bambang Pamungkas, Bambang sendiri sebenarnya gagal melakukan penyelesaian. Namun bek timnas Myanmar Moe Win yang kaget salah mengantisipasi bola mengakibatkan bola masuk ke gawangnya sendiri.

Di paruh babak pertama sampai gol kedua Myanmar tercipta timnas Indonesia bermain anti klimaks. Entah tekanan dari penonton tuan rumah yang memenuhi stadion atau permainan spartan timnas Myanmar yang pantang menyerah dan penuh motivasi. Para pemain timnas sering membuat kesalahan sendiri seperti salah pasing, mudah kehilangan bola dan sering melakukan umpan panjang ke depan yang tidak efektif kepada kedua striker Bambang Pamungkas dan Musafri.

Gol kedua timnas Myanmar tercipta lagi-lagi karena pemain belakang timnas salah antisipasi bola tendangan bebas. Bola yang melambung tidak dapat disundul dengan baik oleh Isnan Ali padahal secara postur lebih unggul dari Soe Myat Min. Menjelang akhir babak kedua Benny Dollo memasukan M. Roby menggantikan Usep Munandar dan Aliyudin menggantikan Musafri tapi tidak berpengaruh banyak pada permainan timnas. Sedikit peluang tercipta sampai wasit mengakhiri pertandingan.

Secara keseluruhan Myanmar tampil lebih baik. Walaupun secara teknis tidak istimewa tapi semangat pantang menyerah dan kolektivitas yang luar biasa mampu menutupi kekurangan mereka. Lagi-lagi kurangnya semangat dan motivasi dari para pemain membuat timnas gagal meraih gelar di depan mata. Pekerjaan rumah bagi Benny Dollo untuk membenahi mental pemain sebelum turnamen AFF bulan Desember nanti. Dukung terus timnas Indonesia!

About Digital Camera - Tentang Kamera Digital

What’s Digital Camera? That may a ridiculous question for most people who live on this planet. Today digital camera is very popular and has replacing analog camera position in photography world. Using digital software and hardware inside it very difference from analog camera which it still using negative film.

Apakah kamera digital? Itu mungkin pertanyaan konyol untuk kebanyakan orang . Hari ini kamera digital sangat populer dan sudah menggantikan posisi kamera analog dalam dunia photografi. Menggunakan perangkat lunak dan perangkat keras digital sangat berbeda dengan kamera analog yang masih menggunakan film negative atau biasa disebut klise.

Generally there’s three digital camera type; Pocket camera, Pro Summer camera and DSLR (Digital Single Lens Reflect) camera. I’ll tell you a simple explanation for each type.

Umumnya ada tiga tipe kamera digital; kamera saku, kamera Pro Summer dan kamera DSLR. Saya akan menjelaskan dengan simpel masing-masing tipe.

1. Pocket camera – kamera saku


Pocket camera is the simplest type between all digital camera types. Most people can use it. The look performance features inside and the operating instruction, it made in simple and easy way for use. Great value from this digital camera type is the dimension. It’s pretty small and compact size so very easy to carry it everywhere. But the weakness is picture result. Result from this digital camera type is not optimal as same as Pro Summer or DSLR digital camera.

Kamera saku adalah yang paling simple diantara seluruh tipe kamera di atas. Hampir semua orang dapat menggunakannya. Performa penampilan, fitur dan cara pengoperasian dibuat semudah dan sesimpel mungkin untuk digunakan. Kelebihan dari kamera digital tipe ini adalah dimensinya. Ukurannya cukup kecil dan kompak sehingga mudah di bawa kemana pun. Tapi kekurangannya adalah gambar yang dihasilkan. Hasil dari kamera digital tipe ini tidak seoptimal seperti kamera Pro Summer atau DSLR.


2. Pro Summer Camera – kamera Pro Summer

Pro summer camera is a middle class camera for digital camera user. People have to learn the features and operating instruction to use it. It’s pretty complicated than using Pocket camera. Great value from this digital camera type is the picture result. It has optimal result than pocket camera, because people can arrange the optimal setting depend on the environment condition. But the weakness is the camera dimension. It have pretty larger dimension than pocket camera so it’s not a camera type for a simple person.

Kamera Pro Summer adalah kamera kelas menengah untuk pengguna kamera digital. Orang harus mempelajari fitur dan cara pengoperasian untuk menggunakannya. Sedikit lebih rumit dibanding menggunakan kamera saku. Keunggulan dari kamera digital tipe ini adalah hasil gambarnya. Hasilnya lebih optimal dibandingkan kamera saku, karena kita dapat mengatur setting yang optimal tergantung dari kondisi lingkungan. Namun kekurangannya adalah ukuran kamera. Ukurannya sedikit lebih besar dibandingkan dengan kamera saku, maka ini bukan tipe kamera untuk orang yang praktis.


3. Digital SLR camera – Kamera Digital SLR (Professional)

DSLR camera is a highest level camera for digital camera user. It usually used by professional photographer. You have to learn a lot features and operating instruction to use this camera type. It’s complicated but the picture result very optimal. Great value from this digital camera is the picture result. The result is very great as long as you make the optimal setting when use it. But the weaknesses for most people it’s have a large dimension and complicated operating instruction that make not anybody want to use this camera type.

Kamera DSLR adalah kamera dengan level tertinggi untuk pengguna kamera digital. Biasanya digunakan oleh photografer profesional. Anda harus mempelajari banyak fitur dan cara pengoperasian untuk menggunakan kamera tipe ini. Rumit tapi gambar yang dihasilkan sangat optimal. Kelebihan dari kamera digital ini adalah gambar yang dihasilkan. Sangat bagus selama anda membuat setingan yang optimal saat menggunakannya. Kekurangannya untuk orang kebanyakan ukuran dan cara pengoperasian yang rumit membuat tidak semua orang mau menggunakan kamera tipe ini.